Pesawaran – Setelah melalui proses produksi yang dikerjakan secara bersama-sama dengan mengandalkan semangat, kreativitas dan kekompakan, film “Limo Kurang Siji” karya pemuda-pemudi Dusun Bernung 1, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, akhirnya resmi diputar kepada masyarakat, Sabtu malam (22/8/2026).
Pemutaran film dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB di Lapangan Voli Dusun Bernung 1. Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya.
Pemutaran perdana ini menjadi momentum penting bagi para pemuda dan pemudi setempat untuk memperkenalkan karya yang mereka lahirkan dari lingkungan sendiri. Sebelumnya, informasi mengenai pemutaran film tersebut telah disampaikan kepada masyarakat dan mendapat perhatian karena seluruh prosesnya melibatkan anak-anak muda dari Dusun Bernung 1.
Film “Limo Kurang Siji” mengangkat cerita tentang lima pemuda yang memiliki tekad untuk menyukseskan perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di dusun mereka.
Cerita tersebut menggambarkan bagaimana semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan. Para tokoh dalam film diceritakan bahu-membahu mempersiapkan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan, dekorasi hingga rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan.
Pesan yang ingin disampaikan tidak hanya sebatas hiburan. Film tersebut juga membawa gambaran tentang kehidupan pemuda di lingkungan pedesaan, khususnya mengenai pentingnya kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan dan kemauan untuk berbuat sesuatu bagi kampung halaman.
Yang menarik, film tersebut bukan merupakan produksi rumah produksi besar. Karya ini lahir dari kreativitas pemuda-pemudi Dusun Bernung 1 yang berusaha memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki.
Proses produksi dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari pemain, kru hingga berbagai kebutuhan dalam pembuatan film melibatkan anak-anak muda setempat.
Ketua Pelaksana, Ariyan Saputra, sebelumnya mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memberikan dukungan terhadap karya tersebut.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar semangat anak-anak muda untuk berkarya tidak berhenti pada satu produksi saja.
“Dukungan Bapak-Ibu adalah semangat kami untuk terus berkarya,” ujar Ariyan dalam keterangannya terkait pemutaran film tersebut.
Bukan Sekadar Film, Tetapi Bukti Anak Desa Bisa Berkarya
Pemutaran “Limo Kurang Siji” malam ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu harus lahir dari perkotaan.
Dari sebuah dusun, para pemuda mampu mengubah ide menjadi sebuah karya audio visual yang dapat dinikmati masyarakat.
Hal tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kegiatan positif anak muda di desa perlu mendapatkan ruang dan dukungan. Dengan fasilitas dan kesempatan yang memadai, potensi kreativitas pemuda di tingkat dusun dapat terus berkembang.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi awal bagi lahirnya karya-karya baru dari generasi muda Desa Bernung, baik dalam bidang film, seni, budaya maupun kegiatan kreatif lainnya.
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan penghargaan terhadap proses yang telah dilakukan para pemuda. Sebab, bagi mereka, apresiasi tidak hanya berupa pujian, tetapi juga kehadiran masyarakat untuk menyaksikan karya yang telah dibuat.
Masyarakat Diundang Hadir Malam Ini
Dengan digelarnya pemutaran perdana malam ini, masyarakat Desa Bernung dan sekitarnya diharapkan dapat hadir langsung di Lapangan Voli Dusun Bernung 1.
Kehadiran warga diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda sekaligus memberikan semangat kepada para pembuat film untuk terus menghasilkan karya.
Pemutaran film “Limo Kurang Siji” dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB, Sabtu malam, 22 Agustus 2026, dan terbuka untuk umum secara gratis.
Malam ini, Lapangan Voli Dusun Bernung 1 bukan hanya menjadi tempat pemutaran sebuah film, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bahwa dari sebuah dusun pun dapat lahir karya yang membawa cerita, semangat dan kebanggaan bagi masyarakatnya.(Red)
