Iklan

PERISTIWA

Redaksi
12/09/2026, September 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-12T06:21:36Z
Daerah

Warga Sukajaya Bernung Antusias Peringati Maulid Nabi, Pesan Ustadz Ahmad Suhendi: Jangan Sombong Jadi Pemimpin


PESAWARAN — Suasana penuh kebersamaan dan semangat keagamaan terlihat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar warga Dusun Sukajaya, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri para ulama, ustadz, tokoh masyarakat, aparatur desa, serta warga dari sejumlah dusun dan wilayah sekitar.

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi rangkaian kegiatan keagamaan warga Bernung yang digelar dua malam berturut-turut. Setelah sebelumnya masyarakat Dusun Menanti Kasih menggelar kegiatan serupa, giliran warga Dusun Sukajaya Bernung 1 yang melaksanakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan penuh antusias.

Ketua panitia yang diwakili Kepala Dusun (Kadus) Iis menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat, panitia, serta para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

Menurutnya, keberhasilan acara tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat yang bersama-sama memberikan tenaga, pemikiran, maupun bantuan materi.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan warga masyarakat yang sudah bekerja keras. Berkat gotong royong dan kolaborasi seluruh warga bersama panitia, acara ini dapat berjalan lancar, sukses dan meriah,” ujarnya jumat (11/9/2026)

Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Lebih dari sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, menurutnya, Maulid Nabi menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Semoga semangat gotong royong ini terus berkesinambungan dalam berbagai kegiatan. Maulid Nabi juga menjadi pelajaran bagi kita dan anak cucu agar mengenal serta meneladani sifat Rasulullah SAW,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, lantunan ayat suci Al-Qur’an dibawakan oleh Qori Ustadz Ahmad Hidayat, S.Pd.I. Sementara tausiyah disampaikan Ustadz Ahmad Suhendi.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Suhendi mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kecintaan terhadap kegiatan keagamaan dengan memperbanyak langkah menuju majelis ilmu.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran seseorang di majelis ilmu bukan hanya menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan-Nya.

Selain itu, Ustadz Ahmad Suhendi mengingatkan masyarakat agar menjauhi sifat sombong dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut secara khusus ia tujukan kepada siapa pun yang mendapatkan amanah sebagai pemimpin maupun pejabat.

“Rasulullah tidak pernah sombong. Maka, jadilah orang jangan pernah sombong. Jadi pejabat jangan sombong dan jangan lupa dengan rakyatnya. Rasulullah pangkatnya lebih tinggi, Sayyidul Anbiya wal Mursalin, tetapi Rasulullah tidak pernah sombong,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar para pemimpin tidak merasa paling berkuasa ketika mendapatkan amanah. Menurutnya, seorang pemimpin harus tetap rendah hati, dekat dengan masyarakat dan tidak melupakan rakyat yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya.

“Jangan merasa paling berkuasa, jangan sampai besar kepala. Sebab kalau kepala besar nanti pakai helm susah,” ucapnya yang langsung disambut tawa jamaah.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian jamaah, sekaligus mengingatkan bahwa kepemimpinan sejatinya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sukajaya Bernung tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Semangat yang tumbuh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, menjaga persaudaraan, serta menumbuhkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi, warga juga diajak untuk menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab masing-masing.(red)