Bandar Lampung — Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung mendesak penataan parkir di kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Raden Intan segera dilakukan. Desakan ini muncul setelah adanya keluhan masyarakat terkait penggunaan badan jalan sebagai lokasi parkir yang dinilai mengganggu arus lalu lintas.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, usai hearing yang membahas kondisi parkir di Jalan Raden Intan dan Jalan Kamboja, Kecamatan Enggal, Kamis (25/2/2026).
Agus menegaskan, persoalan parkir menjadi perhatian serius DPRD seiring pesatnya pertumbuhan pembangunan gedung, hotel, dan pusat usaha di Kota Bandar Lampung yang harus diimbangi dengan ketersediaan lahan parkir memadai.
“Persoalan parkir ini sudah beberapa kali kami bahas bersama Dinas Perhubungan, termasuk terkait pengelolaan dan kontribusinya terhadap PAD. Pembangunan yang terus berkembang harus diikuti dengan penyediaan lahan parkir yang cukup,” ujar Agus.
Ia mengungkapkan, DPRD juga menerima laporan dari Forum Masyarakat Rawasubur, Enggal, terkait kendaraan yang parkir di badan Jalan Raden Intan yang merupakan jalur arteri utama di pusat kota.
Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di Jalan Kamboja yang dinilai cukup rawan karena berada di kawasan sempit serta berdekatan dengan rel kereta api dan area pemakaman.
“Ini jalur vital. Jika kendaraan terus menumpuk di badan jalan, apalagi di kawasan yang sempit, tentu berpotensi menimbulkan kemacetan bahkan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Komisi III DPRD mendorong pihak BRI menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut, salah satunya dengan mempertimbangkan pembelian lahan yang dapat dijadikan area parkir permanen.
Sementara itu, untuk langkah jangka pendek, BRI diminta memastikan tidak ada lagi kendaraan yang menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.
“Kalau memang memungkinkan membeli lahan untuk dijadikan area parkir, itu menjadi bentuk iktikad baik yang kami harapkan. Ini juga menjadi pengingat bagi gedung, bangunan, dan hotel lainnya agar sejak awal memikirkan ketersediaan parkir,” pungkas Agus. (red)
